Laboratorium Fisika Dasar Seismik
Simulasi SederhanaEksplorasi konsep fundamental rambatan gelombang Primer ($P$), Sekunder ($S$), dan hubungan segitiga siku-siku antara Hiposentrum (fokus dalam) dan Episentrum (permukaan tanah).
Kalkulator Jarak Hiposentral Omori
Menghitung jarak sumber gempa $D$ berdasarkan selisih waktu tiba gelombang primer dan sekunder.
Kalkulator Geometri Episentrum - Hiposentrum
Mencari kedalaman fokus $h$ atau jarak episentral permukaan $r$ via Teorema Pythagoras $D^2 = r^2 + h^2$.
Kalkulator Elastisitas Batuan (Vp & Vs)
Menghitung cepat rambat dari Modulus Bulk ($K$), Modulus Geser ($\mu$), dan Massa Jenis ($\rho$).
Stasiun seismograf di permukaan tanah hanya merekam selisih waktu tiba (Δt). Dari Δt, kita mendapatkan jarak miring langsung ke sumber gempa di bawah tanah (Hiposentrum, $D$). Melalui perpotongan data minimal 3 stasiun, kita mengunci posisi permukaan (Episentrum) dan kedalaman fokus ($h$) menggunakan teorema Pythagoras.
Lingkaran berarsir mewakili jarak hiposentral/episentral $D = \Delta t \cdot \frac{V_p V_s}{V_p - V_s}$. Klik sembarang titik di peta untuk memindahkan episentrum.
Osilogram Seismograf Stasiun BMKG
Pencatatan real-time fase gelombang $P$, gelombang geser $S$, dan fasa gelombang permukaan Coda
Gelombang longitudinal pertama yang tiba. Memiliki frekuensi tinggi dan amplitudo sedang.
Gelombang transversal dengan amplitudo jauh lebih besar dan daya rusak signifikan.
Kunci utama perhitungan jarak sumber gempa berdasar hukum Omori dan diagram Wadati.